Jumaat, 14 Disember 2012


Akhirnya Kaum Sekular-Liberal Mesir Ikut Referendum


 
Kaherah Kelompok oposisi Mesir dari partai liberal dan sekuler meng­imbau pendukungnya un­tuk memberikan suara dalam refe­rendum konstitusi, Sabtu (15/12/2012).
Namun, mereka di­min­ta un­tuk menolak Kon­sti­tusi baru yang diluncurkan pe­me­rintahan Presiden Muhammad Mursi.
Pernyataan ini dikeluarkan Front Penyelamat Nasional (NSF) kemarin, Khamis (13/12/2012).
Petinggi NSF, Hamdeen Sabahi mengatakan tidak ada jalan lain selain mengikuti referendum untuk menggagalkan konstitusi baru tersebut. “Masyarakat agar bisa memilih di bilik suara,” kata Sabahi.
Keputusan serupa juga dika­takan kubu oposisi lain. Bekas Ketua Liga Arab, Amr Moussa mengatakan, oposisi akan da­tang dan berpartisipasi ke bilik suara saat referendum tiba. Per­lawanan menggagalkan kon­sti­tusi baru, menurut dia, adalah dengan cara mendatangi tem­pat pemungutan suara.
‘’Kami (oposisi) akan ikut (memilih) dan mengatakan tidak (mendukung),’’ katanya.
Presiden Mursi menetapkan tanggal referendum nasional menurut aturan UU lama, 15 hari setelah Dewan Konsti­tuan­te meram­pungkan Konstitusi baru. Ge­lombang unjuk rasa me­ningkat menyusul ram­pungnya Kons­titusi baru ter­sebut.
Kaum sekuler-liberal sudah tentu menolak Konstitusi Baru yang menetapkan Syariat Islam adalah rujukan utama Undang-Undang. 
salam-online

Tiada ulasan:

Catat Ulasan