Isnin, 9 Julai 2012

Presiden Obama Undang Mursi Kunjungi AS

Selasa 10 Julai,2012
Presiden Obama Undang Mursi Kunjungi AS
Gedung Putih
 Presiden Barack Obama mengundang presiden terpilih Mesir, Mohamed Mursi, untuk mengunjungi Amerika Serikat September mendatang, kata pejabat resmi Mesir seperti dikutip Reuters.

Washington membuat kebijakan untuk menjalin kontak formal dengan Ikhwanul Muslimin (IM) tahun lalu. IM merupakan organisasi yang berperan dalam kemenangan Mursi.  Mursi sendiri mundur dari posisinya di Ikhwanul setelah memenangi pemilu.

Kesuksesan Mursi pada pemilihan menjadi gambaran kebangkitan pengaruh Islam di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara setelah demonstrasi anti ototoritarian di kawasan ini.

"Presiden Obama menyampaikan undangan kepada Presiden Mursi untuk mengunjungi AS saat menghadiri Sidang Umum PBB September mendatang," kata Yasser Ali, ajudan Presiden Mursi, setelah Mursi menemui Wakil Menteri Luar Negeri AS William Burns di Kairo.

Burns berjanji AS mendukung perekonomian Mesir yang sedang terguncang dan menyambut baik janji Presiden Mursi untuk menjaga perjanjian internasional yang mencakup perjanjian damai dengan Israel.

"Kami telah memperhatikan dengan saksama dan menghargai pernyataan  Presiden Mursi kepada publik tentang komitmen kepada kewajiban internasional dan kita, tentu saja, sangat mementingkan peran Mesir sebagai kekuatan untuk perdamaian," kata Burns.

Para pengamat mengatakan satu cara AS mempengaruhi arah kebijakan Mesir yang menjadi perhatian Washington setelah penandatanganan perjanjian damai dengan Israel pada 1979, adalah melalui dukungan ekonomi.

Washington menyumbang 1,3 miliar dolar AS per tahun dalam bantuan militer dan bantuan lainnya, yang dapat memengaruhi para donor, pemberi pinjaman, dan investor.

Bantuan-bantuan itu akan sangat berarti karena Mesir berusaha mencegah keseimbangan neraca dan krisis anggaran.

"Amerika Serikat sangat berkomitmen untuk mendukung kebangkitan ekonomi Mesir. Kami mengerti tantangan-tantangan di masa mendatang dan juga presiden," kata Burns.
Sumber :rol

Tiada ulasan:

Catat Ulasan